Perbedaan Memori Internal dan Eksternal


TAHU istilah memori kan? Setiap membeli produk ponsel pintar disarankan melihat besaran kapasitas ruang penyimpanan. Hal itu berkaitan dengan instal aplikasi, penyimpanan default video atau foto dan beberapa pengaturan yang berimbas serta mempengaruhi kinerja ponsel secara keseluruhan.

Pada memori internal terdapat Read Only Memory (ROM), penyimpanan file sistem yang tidak bisa dihapus atau dimodifikasi secara manual oleh pengguna. Walau bertuliskan Internal memori 4 GB, namun sesungguhnya terpotong 1 GB untuk file system.

Itulah alasan dalam pengaturan penyimpanan di smartphone, hanya terdapat 3 GB. File system dan file firmware tidak terlihat oleh pengguna karena menyangkut keamanan system, menghindari dari modifikasi manual yang disengaja.

Internal memori sering digunakan sebagai penyimpanan default untuk unduhan dan pemasangan aplikasi, juga beberapa aplikasi di ponsel yang tidak bisa dihapus karena secara default disisipkan oleh pabrikan di penyimpanan ROM.

Bagaimana dengan memori telepon? Sama halnya dengan memori eksternal, namun letaknya sudah menyatu di chipset ponsel & tidak dapat diubah kapasitas ruang penyimpanan telepon. Fungsinya sebagai opsi untuk penyimpanan data yang secara default ada di memory internal.

Sebagai infomasi, penyimpanan telepon merupakan fitur yang sering diberikan oleh vendor ponsel sebagai penarik perhatian konsumen, di mana semakin besar kapasitas memori telepon maka semakin mahal pula harganya.

Sedang memori eksternal merupakan tipe penyimpanan bersifat opsional. Produsen ponsel memberikan keleluasaan kepada pengguna untuk menambah jumlah space penyimpanan dengan limit memori yang bisa dibaca pada slot yang telah disediakan, seperti 32GB, 64GB atau lebih.

Sumber naskah dan foto : Telkom Indonesia (@TelkomIndonesia)
Previous
Next Post »