Cara-cara Kotor Mendongkrak Pengunjung Blog atau Website

ADA banyak cara meningkatkan pengunjung blog atau website. Beberapa yang ditempuh boleh jadi merupakan cara kotor dan busuk, yang seringkali disebut sebagai teknik SEO topi hitam atau black hat SEO.

Namanya juga hitam, seperti sebutan konglomerat hitam, pasti melanggar melanggar peraturan atau algoritma dari mesin pencari seperti Google. Akibatnya, halaman dari blog atau website tak bisa dijangkau sehingga trafik justru terjungkal atau malah di-ban oleh Google.

Saya nukilkan dari blog c2live, untuk sejumlah  teknik black hat SEO yang perlu kamu kenal dan tolong, hindari saja, bila tidak ingin blog-mu hilang dari hasil pencarian mesin pencari!

1. Komentar Spam (Sampah)
Memberi komentar itu sah sepanjang isinya relevan dengan halaman blog atau websitenya, termasuk link yang kamu bagikan. Menjadi tidak logis ketika kamu melakukannya secara ‘barbar’ pada semua blog yang kamu kunjungi. Jadi, terkesan tidak wajar, dan menarik perhatian Google untuk meninjau kembali setiap link yang masuk pada laman yang kamu targetkan. Apalagi, bila banyak orang yang melakukan block atau flag! Untuk menyiasatinya, gunakan plugin “spam blocking” pada media blogging-mu untuk menyortir komentar-komentar barbar itu.

2. Konten Hasil Nyolong (Duplikasi)
Bolehkah menduplikasi konten yang sudah ada? Apa itu bukan  black hat SEO? Kan, sering itu, konten duplikasi muncul bersamaan dalam satu laman pencarian. Prinsip mesin pencari mengutamakan konten yang unik. Orisinalitas menambah nilai tersendiri terhadap blog kamu. Untuk menjaga diri kamu sendiri, sebaiknya hindari, jangan sampai mengantarkanmu pada kasus pelanggaran hak cipta.

3. Mendaur Ulang Artikel
Article Spinning adalah teknik duplikasi konten yang lebih ‘pro’. Kamu mendaur ulang dengan tools tertentu guna menganti beberapa atau banyak kata dan kalimat dengan sinonim atau kata lain yang bermakna serupa sehingga terlihat seperti kalimat baru. Artikel distruktur ulang, sehingga tampak seperti tulisan orisinal. Sebaiknya, konten lain itu hanya buat referensi saja. Kamu justru haru mengombinasikannya dengan sentuhan orisinalitas dan refensi lain sehingga hasil akhir dari konten kamu lebih natural dan berkualitas.

4. Cloaking (Judul Beda dengan Isi)
Pernah nggak mengunjungi salah satu situs, dari hasil pencarian mesin pencari, tapi isinya berbeda dengan judul dan deskripsinya. Kemungkinan besar, konten ini menggunakan teknik cloaking. Ini teknik optimasi hasil mesin pencarian yang menyajikan konten berbeda dari judul atau URL yang ditampilkan oleh hasil pencarian. Ini termasuk  pelanggaran “Google Webmaster Guidelines”.

5. Buat Kata Kunci Gila-gilaan
Menyusupkan keyword yang spesifik pada beberapa bagian dari konten blog adalah sesuatu yang bisa membantu mesin pencari mendeteksi relevansi konten dan topik. Tapi, ya kamu harus menjaga kewajaran, bukan bikin  kata kunci dalam jumlah gila-gilaan pada satu halaman yang sama. Meski banyak yang mengakali dengan membuat invisible text untuk keyword hingga invisible link untuk anchor text, bukan berarti tak bisa terdeteksi oleh mesin pencari.


6. Backlink yang tidak relevan
Backlink sering dianggap kunci menghasilkan konten SEO-friendly. Padahal tidak bisa sembarangan. Kalau kamu memasukkan backlink secara brutal menuju halaman-halaman random yang tidak relevan, justru akan dideteksi sebagai hal yang tidak natural dan berujung pada menghilangnya konten blog dari mesin pencarian.

7. Konten yang tidak berkualitas
Percaya atau tidak, menyajikan konten yang berkualitas dan informatif bisa menghindarkanmu terdepak dari hasil pencarian. Konten yang tidak berkualitas membuat orang segera meninggalkan halaman dalam waktu singkat. Hal ini mengakibatkan bounce rate yang dimiliki halaman itu menjadi tinggi.


8. Jebakan Redirect
Redirect merupakan mekanisme pengalihan URL yang hendak diakses ke URL lain. Fungsinya mengarahkan pengunjung pada suatu halaman baru yang seharusnya relevan dengan konten halaman inisial. Pada praktik black hat SEO, pengunjung bahkan diarahkan ke halaman yang tidak relevan sama sekali, guna meningkatkan jumlah trafik. Cara ini dapat untuk mengakali sistem crawler dari search engine untuk mendulang jumlah trafik yang tinggi secara tidak sehat. Ini  bentuk manipulasi pencarian yang menyesatkan.

9. Link Farming
Link farm merupakan situs atau kumpulan situs untuk tujuan link building. Setiap situs terhubung dengan halaman-halaman yang ingin ditingkatkan trafiknya. Cara ini banyak dijadikan pilihan sebab Google menjadikan jumlah backlink yang dimiliki suatu halaman/situs sebagai salah satu faktor penilaian rank pada SERP. Eksploitasi backlink tetap tidak dapat dianggap sehat untuk meningkatkan SEO-mu.

Sumber : Markus Yohannes (C2live)
Previous
Next Post »