Serba Serbi Seputar SPT Tahunan Badan Yang Perlu Diketahui

Anda seorang akuntan baru di perusahaan? Masih awam tentang bagaimana alur mengurus SPT tahunan badan?  Serta apa saja berkas pendukung untuk mengurusnya? Berikut ini akan dibahas tentang serba serbi seputar spt tahunan badan yang perlu diketahui.



Definisi SPT Tahunan Badan

 

SPT merupakan singkatan dari surat pemberitahuan tahunan. Surat ini digunakan oleh para wajib pajak untuk melaporkan segala hal yang menyangkut hal ihwal perpajakan. Sehingga SPT ini sebenarnya adalah lembar dokumen formulir yang memang telah umum dipakai oleh para wajib pajak. Namun walau begitu, antara SPT orang pribadi dan badan tetap ada perbedaannya.

 

Perbedaan SPT Tahunan Orang Pribadi dan SPT Tahunan Badan

 

Saat membahas perbedaan diantara SPT tahunan orang pribadi dengan SPT badan. Maka akan ditemukan tiga perbedaan yang paling mendasar. Perbedaan yang paling nampak secara umum adalah perbedaan dari subjek pajaknya. Nah untuk bisa mengetahui secara lengkap, simak uraian tentang SPT tahunan orang pribadi dan SPT tahunan badan.

 

Subjek Pajak


Pada SPT Tahunan orang pribadi, subyek pajaknya adalah wajib pajak perorangan yang memiliki penghasilan melampaui PTKP. Sementara untuk subjek pajak SPT tahunan badan, subjek pajaknya adalah wajib pajak yang berwujud perusahaan. Seperti contohnya PT Indofood Sukses Makmur, tbk, dan sebagainya .

 

Berkas Dokumen Formulir SPT

 

Perbedaan selanjutnya adalah tentang berkas dokumen formulir SPT yang dipakai. Pada SPT tahunan badan, berkas yang dipakai adalah formulir SPT nomor 1771 yang telah disediakan. Baik mengisi secara manual maupun secara online. Berkas yang perlu diisi untuk spt badan, tetap sama, yakni formulir SPT 1771, berikut dengan berkas lampirannya.

 

Ketentuan Undang-undang


Kemudian perbedaan ketiga, terdapat di ketentuan perundang undangan yang mengaturnya. Pada SPT badan, perundang-undangan yang mengatur tentang ini terdapat pada UU No. 16 tahun 2009 yang terfokus tentang perubahan keempat atas UU No. 6 tahun 1983. Isi dari undang undang nomer 6 tahun 1983 tersebut berisi tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan.

 

Berkas Dokumen Pendukung SPT Tahunan Badan Yang Harus Dilampirkan

 

Saat pandemi seperti ini, pihak DJP semakin memaksimalkan penggunaan teknologi dalam setiap lini kerjanya. Tidak terkecuali dalam sektor pelaporan SPT tahunan badan. Awalnya proses pelaporan ini hanya menggunakan formulir SPT badan secara cetak. Kemudian ke formulir SPT tahunan soft copy dalam bentuk excel, dan saat ini telah ada program pelaporan pajak melalui e-filling.

 

Dalam proses pelaporan ini, baik pelaporan secara manual, dalam bentuk program Microsoft excel, maupun saat ini melalui e-filling. Ada banyak berkas dokumen pendukung yang harus diikutsertakan sebagai lampiran saat melapor. Maka daripada itu, sebagai seorang akuntan, anda dituntut untuk bisa sigap bekerja. Nah, berkas berkas tersebut diantara adalah :

 

·         File Utama SPT Tahunan Badan Nomor 1771

·         Berkas Laporan Keuangan Perusahaan Tahun Berjalan

·         Laporan  Bukti Potong Pajak Penghasilan Ps 23

·         Berkas SPT Masa dari Pajak Penghasilan Ps 21

·         Laporan Bukti Potong Pajak Penghasilan Ps 4 Ayat 1

·         Berkas SPT Masa PPN

·         Laporan Bukti Potong Pajak Penghasilan Ps 22 dan Surat Setoran Pajaknya

·         Berkas Bukti Pembayaran untuk Surat Tagihan Pajak Penghasilan Ps 25

·         Laporan Bukti Pembayaran Pajak Penghasilan Ps 25

 

Demikianlah berkas yang harus disediakan dan dilampirkan dalam satu bundle berkas SPT tahunan. Berkas tersebut nantinya yang harus disetor ke kantor pajak secara online kala pandemi seperti ini. Tentang bagaimana tata cara pelaporannya, berikut dibawah ini akan diuraikan secara singkat.


Baca Juga : Langkah Tepat Cara Lapor Pajak Badan Online

 

Cara Pelaporan SPT Badan

                                                                       

Saat ini, ketika pandemi melanda negeri. DJP yang telah mengembangkan teknologi pelaporan pajak secara virtual. DJP semakin gencar melakukan sosialisasi penggunaan e-filling sebagai jalur pelaporan pajk baik pajak orang pribadi, maupun pajak badan. e-filling hadir untuk memfasilitasi para wajib pajak melaporkan pajaknya secara mudah dan cepat.

 

Karena wajib pajak hanya perlu mengakses layanan e-filling yang terdapat pada laman DJP online. Layanan ini hanya bisa diakses ketika wajib pajak telah memiliki nomor ID EFIN. Wajib pajak bisa mendapatkan nomor ID EFIN ini setelah mengajukan permohonan. Sehingga pastikan Anda telah memiliki ID EFIN sebelumnya.

 

Demikianlah serba serbi seputar SPT tahunan badan yang perlu diketahui oleh wajib pajak dan orang yang mengurus pajak badan. Sebagai seorang akuntan, dan atau orang yang dipercaya untuk mengurus perpajakan sebuah perusahaan. Mengetahui dengan pasti rules dan cara cara mengurus SPT terkini, wajib untuk dikuasai dengan baik. Sekian.

Previous
Next Post »